Bawang Merah dan Sayuran Picu Inflasi Kota Ternate 1,88 Persen

Antara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 13:16 WIT
Bawang Merah dan Sayuran Picu Inflasi Kota Ternate 1,88 Persen
Ilustrasi inflasi. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id – Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengalami inflasi pada bulan Mei 2020 sebesar 1,88 persen yang dipicu oleh komoditas bawang merah dan sayuran. Sementara tingkat inflasi tahun ke tahun Mei 2020 terhadap Mei 2019 sebesar 2,01 persen.

"Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Malut dan BPS Kota Ternate, pada Mei 2020 terjadi inflasi di Kota Ternate sebesar 0,89 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,86 pada April 2020 menjadi 105,79 pada Mei 2020," kata Kabid Distribusi BPS Malut, Abdul Rahman Sahib di Ternate, Selasa (2/6/2020).

Abdul mengemukakan, pada Mei 2020, Kota Ternate mengalami inflasi pada empat kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen serta kelompok transportasi sebesar 8,21 persen.

Komoditas yang dominan memberikan kontribusi inflasi pada kelompok ini, yaitu bawang merah dan beberapa jenis sayuran. Pada Mei 2020, kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,53 persen atau terjadi perubahan indeks dari 102,54 pada April 2020 menjadi 103,08 pada Mei 2020.

Dia juga menambahkan, deflasi terjadi pada dua kelompok pengeluaran. Di antaranya informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen.

Sedangkan yang mengalami stagnan terjadi pada lima kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya; kesehatan, rekreasi, olahraga dan budaya, pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran stagnan.

Menurutnya, dari 90 kota, IHK 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota sisanya terjadi deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen, sementara terendah yakni Kota Madiun dan Kota Tanjung Pinang sebesar 0,01 persen.

Untuk deflasi tertinggi terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,39 persen. Deflasi terendah di Kota Manado sebesar 0,01 persen.


Editor : Umaya Khusniah