Bantuan Mengalir untuk Warga Terdampak Banjir di Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu

Antara ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 13:57 WIB
Bantuan Mengalir untuk Warga Terdampak Banjir di Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu
Sejumlah elemen menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Waitina, Kacamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, salah satunya mahasiswa. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.idBanjir melanda Desa Waitina, Kacamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut). Bantuan untuk korban terdampak mengalir dari berbagai pihak.

Salah satunya, bantuan datang dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS). Mereka menggalang dana dan mendirikan posko HPMS Pray For Waitina.

Koordinator Penggalangan Dana HPMS, Kamil Ilyas menyatakan, bantuan ini merupakan hasil bantuan yang mereka salurkan berasal dari penggalangan dana oleh mahasiswa di Land Mark Kota Ternate. Selain itu, bantuan dari Kota Ternate akan langsung diserahkan di posko.

“Bantuan yang diberikan kepada 96 kepala keluarga dari 88 rumah berupa keperluan bayi seperti kain bayi, tikar, popok, minyak tawon, minyak kayu putih, dan bubur bayi rasa pisang. Perlengkapan yang diberikan sesuai permintaan korban banjir," kata Kamil.

Dia berharap, bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan, meskipun masih banyak yang dibutuhkan Warga Desa Waitina.

"Saya juga berterimakasih kepada para senior HPMS yang selalu memberikan semangat sampai kegiatan kemanusiaan ini berjalan dengan baik," ujarnya.

Sebelumnya, dalam sepekan terakhir, Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu (Pultab) diguyur hujan deras. Akibatnya banjir melanda beberapa desa yang ada di Taliabu, di antaranya Bobong, Pencado, Ngaki, Sumbong, Talo, Tikong, Tolong dan Padang.

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Pultab, Pardin Isa meminta pemda setempat menaruh perhatian pada penanganan banjir. Pemda harus melakukan normalisasi sungai di sekitar Bobong dan beberapa desa yang ada di utara dan selatan.

Selain itu, pemda juga diminta melakukan pembangunan saluran dan sekunder dalam Kota Bobong dan semua wilayah dampak banjir yang ada di Taliabu dengan terencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Pultab, Sutomo Teapon mengatakan, pihaknya saat ini menuju Kecamatan Lede dan Kecamatan Utara untuk mengecek langsung kondisi banjir yang ada di sana. Selain itu, tahun ini pemkab Taliabu melalui BNPB mendapat kucuran anggaran rehabilitasi sekitar Rp11 miliar lebih.

“Dari Rp11 miliar lebih itu sudah termasuk pembangunan tanggul penahan banjir Desa Pencado Kecamatan Taliabu Selatan,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah