Bantu Penanganan Covid-19, Wali Kota Ambon Minta Bantuan Mobil PCR ke Kementerian Kesehatan

Antara ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 10:45 WIT
Bantu Penanganan Covid-19, Wali Kota Ambon Minta Bantuan Mobil PCR ke Kementerian Kesehatan
Ilustrasi mobil PCR. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Dalam kunjungan Menteri Kesehatan, dr Terawan Putranto ke Maluku, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy meminta bantuan mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR). Dengan adanya mobil PCR, dapat dimanfaatkan untuk melakukan tes Covid-19 langsung.

"Kota Ambon secara resmi meminta fasilitas mobil PCR dari Menkes dr Terawan Putranto, saat melakukan kunjungan di Ambon," katanya, Senin (6/7/2020).

Permintaan fasilitas mobil PCR menurutnya karena Kota Ambon merupakan ibu kota Provinsi Maluku. Selain itu, Ambon juga sebagai titik transit lokal, regional maupun nasional.

Jika Ambon tidak ditangani dengan serius akan berpengaruh pada kabupaten dan kota sekitar. "Kita berharap permintaan tersebut mendapat tanggapan baik dan dapat direalisasikan," ujarnya.

Usulan permintaan mobil PCR nantinya disampaikan juga secara tertulis melalui Pemprov Maluku, agar segera diteruskan ke pemerintah pusat.

Selain itu, Richard juga meminta pertimbangan dari menkes terkait insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Ketentuan dari Kemenkes, setiap puskesmas diambil sebanyak enam tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Kenyataan di lapangan, ada lebih dari enam tenaga medis yang bertugas. Selain itu juga, kompensasi pembayaran RS darurat boleh diajukan dengan rekomendasi dari RS pemangku.

"Saya bersyukur menkes memberikan perhatian agar permintaan disampaikan melalui proses verifikasi dinas kesehatan untuk diteruskan ke Kemenkes dan Kemenkeu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, dr Terawan Putranto melakukan kunjungan langsung ke Maluku dan Maluku Utara dalam rangka untuk mengetahui secara langsung penanganan Covid-19 di provinsi tersebut. Dalam kunjungan tersebut, menkes juga datang bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Doni Monardo.


Editor : Umaya Khusniah