Balai Karantina Ternate Gagalkan Penyelundupan Cenderawasih Awetan dari Papua 

Ismail Sangaji · Selasa, 08 Juni 2021 - 13:59:00 WIT
Balai Karantina Ternate Gagalkan Penyelundupan Cenderawasih Awetan dari Papua 
Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate berhasil menggagalkan upaya penyelundupan burung cenderawasih awetan dari Papua, Senin (7/6/2021). Awetan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku Utara. Foto: iNews.id/Ismail Sangaji

TERNATE, iNews.id- Petugas Balai Karantina Pertanian Ternate menggagalkan upaya penyelundupan awetan burung cenderawasih, dari Papua pada Senin (7/6/2021). Awetan tersebut ditemukan petugas karantina saat melakukan pengawasan lalu lintas komoditas hewan dan tumbuhan pada KM Sinabung dari Sorong di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Yusup Patiroy, mengatakan, awetan cenderawasih ditemukan pada saat-saat terakhir kapal transit di Ternate untuk menuju Bitung. Awetan cenderawasih yang telah diamankan petugas Karantina Ternate selanjutnya diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Maluku Utara.

“Awetan ini diturunkan di saat-saat terakhir kapal transit di Ternate untuk melanjutkan perjalanan ke Bitung. Awetan ini sedianya akan dibawa ke Sanana,” ujar Yusup, Selasa (8/6/2021).

Burung cenderawasih merupakan satwa endemis Papua dan termasuk dalam daftar satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 447 tahun 2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), di dalam maupun luar negeri wajib dilengkapi surat angkut dalam/luar negeri (SATS-DN/SATS-LN). 

“Selain mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan, karantina juga bertugas dalam pengawasan dan pengendalian lalu lintas tumbuhan satwa liar serta tumbuhan langka di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran. Oleh karena itu, petugas kami lakukan penahanan terhadap awetan burung cenderawasih yang tidak dilengkapi dokumen,” kata Yusup.

Jumlah populasi Burung Cenderawasih di alam semakin berkurang akibat perburuan terus-menerus. Dikhawatirkan, burung ini bisa punah jika tidak dilindungi dan dikendalikan peredarannya, termasuk dalam bentuk specimen kering yang sudah mati. Apalagi, proses perkembangbiakan cenderawasih termasuk lambat karena betina hanya bertelur dua atau tiga butir dalam satu masa kawin.

“Karantina memberikan perhatian terhadap peredaran satwa langka seperti ini. Apalagi, peredaran ilegal juga dapat berpotensi menyebarkan hama penyakit hewan,” ujar Yusup.

Editor : Erwin Sihombing