ABK Meninggal di Atas Kapal, Aparat Polres Maluku Tenggara Selidiki Penyebab Kematian

Ridwan Kalengkongan ยท Selasa, 28 Juli 2020 - 13:39 WIB
ABK Meninggal di Atas Kapal, Aparat Polres Maluku Tenggara Selidiki Penyebab Kematian
Proses evakuai ABK yang meninggal di atas kapal. (Foto: iNews/Ridwan Kalengkongan)

KOTA TUAL, iNews.id – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Cahaya Samudra meninggal dunia dalam perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Dumar Kota Tual, Maluku. Kasus kematian korban masih dalam tahap penyelidikan aparat.

Tusiman (61) warga Dusun Karya Mekar Rt 02 Rw O3 Kelurahan Bojong, Kecamatan Kaunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) ini meninggal di atas kapal pada Rabu (22/7/2020) pukul 18.00 WIB.

Dansatgas Laut Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa mengatakan, setelah mendapat informasi, Satgas Angkutan Laut lantas berkoordinasi dengan PPN Tual untuk segera mengizinkan kapal tersebut masuk. Sesuai aturan, jika ada kondisi darurat maka kapal yang bersangkutan harus ke pelabuhan terdekat.

“Apalagi kapal ini izin melapor di PPN Tual ada kondisi darurat, sehingga kami tidak bisa menolak karena merupakan aturan dan menjadi kepentingan nasional,” katanya Minggu (26/7/2020).

Setiba di PPN Tual, 29 kru kapal dijemput Komandan Satuan Tugas Angkutan Laut Covid-19 Tual, Kolonel Laut (P) I Gusti Putu Wisnawa dan Ketua Satuan Tugas Darat Covid-19 Tual yang juga Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Alfariz Pattiwael.

“Satgas Laut tetap menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh ABK serta mengecek keterangan rapid test yang dikantongi,” katanya.

Petugas lantas mengevakuasi jenazah ke dalam mobil ambulans dan dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, kapal juga dipasang garis polisi.

Personel Polres Maluku Tenggara lantas olah TKP. Sedangkan 29 kru menjalani pemeriksaan protokoler kesehatan oleh Satgas Angkutan Laut.

Sementara itu, Kapolres Maluku Tenggara, Alfaris Pattiwael mengatakan aparat tengah menyelidiki penyebab kematian korban, murni meninggal karena faktor bawaan terkait kesehatan atau ada unsur lain.

“Jika di tubuh jenazah tidak ditemukan indikasi tindak kekerasaan, maka jenazah tidak diautopsi. Namun bila ditemukan, maka kami akan melakukan autopsi. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah