9 Talud Dibangun di Kepulauan Sula, Anggaran Mencapai Rp10 Miliar

Antara ยท Senin, 20 Juli 2020 - 12:39 WIB
9 Talud Dibangun di Kepulauan Sula, Anggaran Mencapai Rp10 Miliar
Ilustrasi talud. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan anggaran Rp10 miliar untuk pembuatan talud penahan banjir di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut). Talud dibangun menyusul banjir yang terjadi dalam dua pekan ini.

"Dari dana tersebut akan digunakan untuk membangun sembilan titik pembuatan talud penahan banjir,” kata Kabid III BPBD Kabupaten Kepulauan Sula, Fari Waris, Senin (20/7/2020).

Sembilan talud tersebut terletak di Desa Waiman, Desa Umaloya, Desa Wai Ipa, Desa Manggon masing-masing dua lokasi. Untuk Desa Kawata satu titik.

Sebelumnya, dalam dua pekan ini, banjir menggenangi sejumlah desa di Kepulauan Sula. Akibatnya ratusan masyarakat harus mengungsi di berbagai titik yang disediakan pemkab setempat.

Menurut dia, dana hibah sebesar Rp10 miliar lebih itu yang bersumber dari Pendapatan Belanja Negara (APBN). Usulan untuk pembangunan talud s’udah sejak tahun 2017, namun realisasi pelaksanaannya pada tahun 2020 melalui proposal permintaan anggaran.

Saat ini, dana telah terealisasi akan digunakan untuk pembangunan fisik di Desa Wai Ipa, Desa Waiman, Desa Mangon. Sementara yang belum terealisasi di Desa Umaloya dan Desa Kawata. Bahan bangungan sudah ditampung dan menunggu waktu pengerjaan.

"Saya mengingatkan para pemenang tender, agar setiap kinerja harus diperhatikan. Supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang akan menjadi sorotan publik," katanya.

Sementara itu, sejumlah daerah fokus membenahi talud dan drainase menyusul datangnya musim hujan dalam sepekan terakhir. Hal tersebut dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat datangnya musim hujan.

Kadis PUPR Kota Ternate, Rizval Tri Budianto mengatakan, pembenahan drainase ini menggunakan dana APBD tahun 2019 senilai Rp2,5 miliar. Perbaikan dilakukan secara bertahap, guna antisipasi terjadinya banjir skala kawasan.

“Revitalisasi sebagai skala kawasan, sudah tidak lagi memadai untuk permukiman. Kondisinya tidak lagi seperti 30 tahun lalu Dan tidak mampu menampung saluran rumah tangga dan musim hujan,” katanya.

Pembenahan jalan di sekitar Bank Indonesia hingga ke arah Hotel Batik itu karena jalan itu menjadi saluran air langganan banjir saat musim hujan datang.


Editor : Umaya Khusniah