88 Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD dr Ishak Umarella Tulehu, 95 Persen Pegawai Rumah Sakit

Antara ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 11:53 WIT
88 Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD dr Ishak Umarella Tulehu, 95 Persen Pegawai Rumah Sakit
Ilustrasi masker. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Sebanyak 88 pasien Covid-19 dirawat di RSUD dr Ishak Umarella Tulehu, Maluku selama Juni 2020. Dari jumlah tersebut, 95 persennya merupakan pegawai rumah sakit.

Direktur RSUD dr Ishak Umarella Tulehu, dr. Dwi Murti Nuryanti mengatakan, selain pegawai RS, ada juga yang merupakan anggota keluarga pasien. Para pasien ini dilayani oleh 35 tenaga kesehatan.

"Ada juga keluarga dari pegawai yang positif COVID -19 dan mereka dilayani 35 orang tenaga kesehatan," kata Dwi, Kamis (15/10/2020).

Dia menambahkan, tenaga kesehatan ini terdiri atas satu dokter paru, sembilan dokter umum, 20 perawat, dua tenaga gizi dan tiga sanitarian. Mereka inilah yang akan diusulkan untuk menerima insentif.

Penjelasan Dwi juga telah disampaikan dalam rapat kerja bersama Sub Tim I Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Maluku. Sayangnya, hingga saat ini, RSUD belum mengajukannya.

Ini karena penyerapannya harus 60 persen terlebih dahulu hingga Mei 2020. Sedangkan RSUD ini baru melayani pasien pada Juni 2020.

"Makanya kami menunggu selesai dahulu bulan Mei dan kemudian diluncurkan tahap kedua. Barulah kami mengajukan usulannya," ujar Dwi.

Sementara Pelaksana Tugas (plt) Direktur RSUD dr M Haulussy Ambon, dr Rodrigo Limmon mengakui kalau mereka telah mengajukan pembayaran insentif sejak Maret 2020.

"Sebab pelayanan pasien Covid-19 di RSUD Haulussy awalnya pada 16 Maret 2020, yakni pasien 01. Sedangkan UGD kita sudah disiagakan sejak 9 Maret sesuai Surat Keputusan Covid-19 yang kita buat," katanya.

Dengan perhitungan pembayaran insentif untuk UGD akan dihitung sejak SK Covid-19 diterbitkan. Sedangkan untuk yang berada di ruang isolasi akan dihitung sejak pasiennya dirawat.

Pada bulan Maret, Manajemen RSUD Haulussy mengajukan pembayaran insentif sebesar Rp299 juta. Insentif tersebut sedianya untuk empat dokter spesialis, 16 dokter umum, empat tenaga sanitasi dan foto rontgen, perawat serta bidan sebanyak 38 orang.

Untuk posisi Mei 2020, sementara masih dalam proses karena di RSUD Haulussy memiliki beberapa ruangan dengan cara perhitungan yang berbeda-beda.

"Makanya kita harus benar-benar melakukan pemetaan. Jumlah petugas yang terlibat dan jumlah pasien yang dirawat juga ikut diperhitungkan serta mengacu pada juknis yang sudah ada," kata Rodrigo.


Editor : Umaya Khusniah