3 Personel Polres Kepulauan Tanimbar Dipecat karena Lakukan Pelanggaran

Antara ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 16:57:00 WIT
3 Personel Polres Kepulauan Tanimbar Dipecat karena Lakukan Pelanggaran
Prosesi pemecatan tiga anggota Polres Tanimbar. (Foto: Antara)

SAUMLAKKI, iNews.id -  Sebanyak tiga orang anggota Polres Kepulauan Tanimbar resmi dipecat dari keanggotaan Polri. Upacara pemberhentian dilakukan sesuai aturan kendati ketiganya tidak hadir atau in absentia.

Ketiga polisi tersebut menerima SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam upacara yang dipimpin Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah. Upacara berlangsung di halaman Polres Kepulauan Tanimbar, Senin (31/8/2020).

"Mereka sudah melaksanakan putusan pidananya beberapa tahun lalu seperti ada yang tahun 2012 dan ada yang di tahun 2017 namun untuk keputusan PDTH baru di bulan Februari 2020. Mereka sudah menerima Keputusan kapolda dan kita undang untuk hadir tetapi mereka tidak hadir," katanya.

Tiga orang anggota Polri yang dipecat adalah Bripka Anderson Metusalach, NRP 78030673 jabatan Ba Polsek Kormomolin berdasarkan SK Kapolda Maluku nomor : Kep/44/II/2020 tanggal 27 Februari 2020. 

Bripda Matheos Romroma, NRP 87030726 jabatan Ba Bagian OPS Polres Kepulauan Tanimbar berdasarkan SK Kapolda nomor Kep/48/II/2020 tanggal 27 Februari 2020.

Brigpol La Ode Muhammad Agus Herman, NRP 85081772 jabatan Ba Sat Sabhara Polres Kepulauan Tanimbar melalui SK Kapolda Maluku nomor Kep/50/II/2020 tanggal 27 Februari 2020.

Lantara ketiga anggota tersebut tidak hadir, maka dilaksanakan upacara pemecatan secara simbolis dengan menggunakan foto tiga oknum polisi tersebut.

Kapolres Romi menyatakan Bripka Anderson, Bripda Matheos dan Brigpol La Ode dipecat lantaran tindak pidana penelantaran keluarga dan melanggar ketentuan PP nomor 1 tahun 2003 yakni jika personel Polri tidak masuk kantor lebih dari tiga puluh hari kerja berturut-turut, maka diberhentikan tidak dengan hormat.

Dalam amanatnya, kapolres juga menyatakan pelaksanaan upacara PTDH ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa ketiga orang anggota Polri itu sudah dipecat. Hal tersebut juga diharapkan menjadi perhatian bagi anggota Polri lain supaya tidak melakukan pelanggaran yang sama.

"Saya harapkan, upacara pemberhentian ini merupakan pertama dan terakhir kali. Ini karena anggota Polri harus sepakat untuk tidak melakukan pelanggaran sehingga tidak akan ada lagi pemecatan," katanya.

Editor : Umaya Khusniah

Bagikan Artikel: