2 Mantan Pejabat Dinas PUPR Maluku Diperiksa dalam Kasus Korupsi Irigasi Sariputih

Antara ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 20:04 WIB
2 Mantan Pejabat Dinas PUPR Maluku Diperiksa dalam Kasus Korupsi Irigasi Sariputih
Ilustrasi korupsi. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Sebanyak dua mantan pejabat Dinas PUPR Maluku diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Malteng) sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan irigasi Sariputih di Wahai (Malteng) tahun anggaran 2016. Sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp1,945 miliar ini.

"Hari ini kami meminta keterangan IU dan MS sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara empat tersangka masing-masing BL, AL, MT, dan YR," kata Kasie Intel Kejari Malteng, Karel Benito di Ambon, Jumat (5/6/2020).

Saksi IU merupakan mantan kadis selaku pengguna anggaran dalam proyek pembangunan irigasi di Wahai. Sedangkan MS merupakan mantan Kabid Pengairan Dinas PU PR Maluku selaku kuasa pengguna anggaran merangkap pejabat pembuat komitmen.

Jaksa penyidik yang memeriksa keduanya yakni Karel Benito dan Asmin Hamja. Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah yakni July Isnur.

Kedua saksi yang hadir pukul 10.00 WIT. Keterangan dari keduanya diperlukan untuk melengkapi berkas perkara yang selanjutnya dilanjutkan ke BPKP RI Perwakilan Maluku untuk kepentingan penghitungan kerugian keuangan negara.

Dengan adanya kedua saksi, IU dan MS, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan berjumlah 10 orang.

Sejak perkara ini ditangani jaksa, ada inisiatif baik tersangka BL yang telah mengembalikan kerugian keuangan negara sekitar Rp800 juta lebih dan ada dalam BAP.

"Yang jelas dalam perkara ini meski pun sudah dalam tahap penyidikan namun jaksa telah berhasil mengembalikan kerugian keuangan negara dan disetorkan ke kas negara," katanya.

Secara fisik, proyek pembangunan irigasi Sariputih memang ada, namun dari hasil pemeriksaan ahli, ternyata ada volume pekerjaan yang masih kurang. Selain itu spesifikasi di lapangan tidak sesuai dengan nilai kontrak.


Editor : Umaya Khusniah