2 Laki-Laki Ditemukan Tewas Dalam Kapal di Ambon, Polisi: Diduga Tersengat Listrik

Antara ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 13:05 WIB
2 Laki-Laki Ditemukan Tewas Dalam Kapal di Ambon, Polisi: Diduga Tersengat Listrik
Ilustrasi tersengat listrik. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Dua laki-laki ditemukan tewas dalam Kapal Ikan Esih Jaya Samudra 1 di Pelabuhan Perusahaan Maprodin, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (23/6/2020). Polisi menduga, keduanya tewas tersengat listrik saat bekerja dalam kapal.

Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Gilang Prasetyo mengatakan dua dugaan ini muncul setelah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di sekujur tubuh korban. Selain itu, berdasarkan keterangan para saksi, korban memang tengah bekerja dalam kapal.

"Kondisi ini diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta berdasarkan hasil visum dokter RS Bhayangkara Tantui," kata AKP Gilang melalui Kasuba Humas polresta, Iptu Titan Firmansyah di Ambon, Selasa (23/6/20).

Polisi menduga korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik dari mesin genset kapal saat bekerja.

"Hal ini dikuatkan dari keterangan para saksi yang mengatakan memang kedua korban sedang memperbaiki kapal pada malam hari," ujarnya.

Sebelumnya, dua laki-laki ditemukan tewas dalam kapal ikan Esih Jaya Samudra 1 di Pelabuhan Perusahaan Maprodin, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (23/6/2020). Kasus tewasnya kedua korban ditangani aparat kepolisian dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Hiskia Walaun (38), nakhoda kapal dan seorang petugas keamanan, Jitro Samen (40) ditemukan tewas sekitar pukul 10.00 WIT. Hiskia adalah nakhoda kapal dan Jitro merupakan petugas keamanan.

Keduanya ditemukan tewas dalam palka kapal ikan Esih Jaya Samudra 1 milik Perusahaan Thailand. Menurut keterangan saksi, dua pria tersebut ditemukan tewas dalam keadaan telungkup, yang satu berada di bagian dek atas dan lainnya di bagian dek bawah.

Saksi mengatakan kedua korban biasanya bekerja di kapal tersebut menjalankan mesin alkon untuk menguras air yang berada di dalam palka kapal, dan dia juga menambahkan bahwa kedua korban tersebut biasanya bekerja siang dan malam.


Editor : Umaya Khusniah