14 Tenaga Medis Positif Covid-19, Rumah Sakit di Maluku Ini Tutup Sementara

Antara ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 10:49:00 WIT
14 Tenaga Medis Positif Covid-19, Rumah Sakit di Maluku Ini Tutup Sementara
Gubernur Maluku, Murad Ismail. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id - Gubernur Maluku Murad Ismail memerintahkan untuk menutup sementara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ishak Umarela, di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah. Hal ini menyusul 14 tenaga medis di rumah sakit tersebut positif terpapar Covid-19.

"Atas perintah Pak Gubernur, maka operasional RSUD Tulehu ditutup sementara selama 14 hari karena banyak tenaga medis dan nonmedis positif terinfeksi Covid-19," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang di Ambon, Jumat (12/6/2020).

Kasrul yang baru selesai melakukan koordinasi dengan RSUD, Danramil, Kapolsek serta penjabat Negeri Tulehu juga membenarkan Direktur RSUD Tulehu dr Dwi Murti Nuryanti ikut terinfeksi Covid-19. Saat ini, yang bersangkutan menjalani perawatan di RS tersebut.

"Direktur RSUD Tulehu, serta beberapa dokter, tenaga medis dan nonmedis positif terinfeksi berdasarkan hasil tes usap (swab) dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dikeluarkan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas II Ambon," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini tercatat sudah 46 orang dari total hampir 300 tenaga medis dan nonmedis di RSUD Tulehu yang menjalani tes usap, tetapi hasilnya belum dikeluarkan oleh BTKL-PP Ambon.

"Empat puluh enam orang ini merupakan kontak erat dari 14 tenaga medis yang positif terinfeksi Covid-19. Sisanya 250 orang tenaga medis akan menjalani tes cepat pada Sabtu (13/6)," katanya.

Kasrul yang juga Sekda Maluku mengakui, empat orang warga yang merupakan anggota keluarga dari 14 tenaga medis RSUD, juga positif terinfeksi dan saat ini sementara menjalani perawatan di RS tersebut.

Saat ini, hanya tersisa empat hingga enam pasien umum yang masih menjalani perawatan di RSUD Tulehu, sedangkan para tenaga medis yang terpapar diisolasi dalam rumah dinas di kompolek RS tersebut.

"Jadi selama 14 hari ke depan seluruh pelayanan di RSUD Tulehu untuk sementara ditiadakan guna dilakukan sterilisasi. Pasien yang masih dirawat diisolasi tersendiri dan dievaluasi secara ketat," katanya.

Warga Negeri Tulehu, terutama yang bermukim di sekitar areal rumah sakit telah diimbau untuk tidak panik dan takut. Mereka diminta tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam mengatasi penyebaran pandemi Covid-19 tersebut.


Editor : Donald Karouw