AMBON, iNews.id - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Ambon meningkat. Kasus-kasus itu meliputi perkosaan, penganiayaan, eksploitasi anak hingga pencabulan.
Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) kota Ambon menyebutkan, sepanjang Juli 2021 terdapat 67 kasus kekerasan perempuan dan anak. Sebanyak 24 kasus dialami perempuan dan 43 kasus dialami anak.
"Dari 67 kasus, 23 kasus di antaranya telah selesai ditangani secara kekeluargaan maupun di pihak kepolisian. Sisanya masih dalam proses di kepolisian maupun mediasi kekeluargaan," kata Kepala Dinas P3AMD kota Ambon, Megy Lekatompessy, Jumat (13/8/2021).
Dia mengakui, terjadi peningkatan kasus kekerasan anak dan perempuan hingga pertengahan 2021. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor penyebab.
Megy mengemukakan, pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan keluarga berkumpul di rumah. Situasi ini membawa dampak negatif terhadap perempuan dan anak yang rentan menjadi korban kekerasan.
"Keadaan ini menjadi keprihatinan kita semua, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, " ujar Megy.
Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait