HALMAHERA BARAT, iNews.id - Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu (30/9/2026) siang. Kolom abu teramati membubung sekitar 400 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke utara.
Erupsi Gunung Ibu terjadi pada pukul 14.28 WIT. Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api M Richard Chaniago, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang keluar saat erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara.
"Terjadi erupsi Gunung Ibu pada hari Rabu, 30 September 2026, pukul 14:28 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 meter di atas puncak," tulis PVMBG, Rabu (30/9/2026).
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam oleh seismograf. Amplitudo maksimum tercatat 28 milimeter dengan durasi erupsi selama 52 detik.
Menindaklanjuti aktivitas tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat maupun pengunjung Gunung Ibu.
Masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu serta pengunjung dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, terdapat perluasan kawasan yang harus dihindari hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan alat pelindung apabila terjadi hujan abu akibat aktivitas Gunung Ibu.
Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta pelindung mata seperti kacamata.
PVMBG turut meminta seluruh pihak menjaga kondisi masyarakat tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar terkait aktivitas Gunung Ibu.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya serta mengikuti arahan yang disampaikan Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici.
Koordinasi tersebut diperlukan agar pemerintah dan masyarakat memperoleh informasi langsung dan terbaru mengenai perkembangan aktivitas Gunung Ibu.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait