HALMAHERA UTARA, iNews.id - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus, Senin (15/6/2026) pukul 07.57 WIT. Kolom abu letusan teramati membubung sekitar 1.300 meter di atas puncak.
Laporan erupsi Gunung Dukono dibuat petugas pengamatan gunung api, Bambang Sugiono. Berdasarkan pengamatan, tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut.
"Terjadi erupsi Gunung Dukono pada hari Senin, 15 Juni 2026, pukul 07:57 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.300 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Senin (15/6/2026).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu. Intensitas abu tampak tebal dan mengarah ke timur. Erupsi tersebut juga terekam di seismograf. Amplitudo maksimum tercatat 34 milimeter dengan durasi 47,97 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat di sekitar Gunung Dukono. Warga, pengunjung, dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di sekitar kawah.
Masyarakat juga dilarang mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang. Radius aman yang ditetapkan yakni 4 kilometer dari kawah.
Larangan tersebut dikeluarkan untuk menghindari potensi bahaya erupsi. PVMBG mengingatkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih perlu diwaspadai.
Letusan dengan abu vulkanis disebut masih terjadi secara periodik. Sebaran abu juga dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Masker diperlukan saat abu vulkanik mengarah ke permukiman warga.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanis. Warga diminta tetap memperhatikan informasi resmi dari petugas. PVMBG juga mengingatkan wisatawan agar mematuhi rekomendasi yang telah diterbitkan. Aktivitas di sekitar Kawah Malupang Warirang tetap dilarang demi keselamatan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait