Gunung Dukono erupsi dengan kolom abu 1.200 meter, warga diminta waspada dan gunakan masker, Selasa (21/4/2026). (Foto: PVMBG)

HALMAHERA UTARA, iNews.id - Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara kembali mengalami erupsi pada Selasa (21/4/2026) pagi. Letusan terjadi pukul 07.38 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu terpantau condong ke tenggara mengikuti arah angin.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 30 mm dan durasi 53. 66 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," tulis PVMBG dikutip Selasa (21/4/2026).

Erupsi Gunung Dukono tercatat masih berlangsung saat laporan disusun. Aktivitas vulkanis gunung ini memang dikenal cukup tinggi dan sering mengalami letusan dengan intensitas bervariasi.

Kolom abu yang terus keluar berpotensi menyebar ke berbagai wilayah tergantung kondisi angin. Hal ini membuat area terdampak abu vulkanik tidak bisa dipastikan secara tetap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar maupun aktivitas penerbangan di wilayah Maluku Utara.

Saat ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II Waspada. PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting untuk keselamatan masyarakat.

Warga dan wisatawan dilarang beraktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

PVMBG mengingatkan bahwa letusan Gunung Dukono terjadi secara periodik dan sebaran abu sangat bergantung pada arah serta kecepatan angin.

Kondisi ini membuat wilayah terdampak bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, warga diminta selalu siap menghadapi potensi hujan abu.

"Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanis pada sistem pernapasan," tulis PVMBG.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network