JAKARTA, iNews.id - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) dua kali meletus pagi ini, Rabu (20/5/2026).
Erupsi pertama terjadi pukul 07.01 WIT ditandai dengan kolom abu vulkanik mencapai 1.500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan utara.
Berselang dua jam kemudian tepatnya pukul 09.50 WIT, terjadi erupai kedua dengan tinggi kolom abu 1.100 meter.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Rabu, 20 Mei 2026, pukul 07:01 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 2587 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
Letusan Gunung Dukono diketahui bersifat periodik dengan sebaran abu yang bergantung pada arah dan kecepatan angin. Hal ini membuat area terdampak abu vulkanis tidak tetap dan berpotensi berubah sewaktu-waktu. Kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi warga di sekitar kawasan gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat dan wisatawan. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu. Penggunaan masker dinilai penting untuk menghindari paparan abu vulkanis yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait