TERNATE, iNews.id - Penjabat Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang meminta personel TNI/Polri memperketat pengamanan rumah ibadah. Semua pihak diminta tetap waspada dan menghormati antarumat beragama.
"Kami sudah koordinasi dengan Forkompimda, FKUB maupun tokoh masyarakat agar tetap waspada, saling menghormati antarumat beragama. Saya juga butuh laporan dari ormas, baik itu dari organisasi Kristen maupun Islam, termasuk Kapolres dan Dandim kota Ternate," katanya, Selasa (30/3/2021).
Hasyim juga mengaku geram dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Dirinya pun mengecam perbuatan biadab tersebut.
Untuk itu, dia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kondisi Kota Ternate aman. Ini dilakukannya karena khawatir
“Ternate ini kan pernah mengalami perpecahan pada 1999, sehingga kita perlu antisipasi sejak dini. Jangan sampai sudah terjadi baru menyesal," kata Hasyim.
Dia mengemukakan, ada penambahan personel dari TNI dan Polri untuk pengamanan. Pasalnya, beberapa hari lagi umat Kristen memperingati hari Kematian Isa Almasih pada 2 April 2021.
"Umat Kristen akan melakukan Jumat Agung dan ada 11 rangkaian ibadah. Kurang lebih ada 12 gereja di Kota Ternate, sehingga saya minta ke Kapolres dan Dandim untuk menambah personel untuk pengamanan," kata Hasyim.
Bukan hanya di gereja, Pemkot Ternate juga meminta pengawasan untuk area pelabuhan dan bandara diperketat. Hal ini dilakukan mengingat Ternate sebagai kota jasa dan siapa saja bisa keluar masuk.
"Pengamanan di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Ternate dan ada SOP-nya sudah ada tinggal kita perketat saja," kata Hasyim.
Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait